"Sahabatku, aku tak rela melihatmu seperti ini. Kau yang ku kenal adalah seorang yang tegar, pantang menyerah, tidak pernah berputus asa dan penuh semangat. Aku mungkin tidak tahu seberapa berat beban yang kau tanggung saat ini. Tapi untuk saat ini, setidaknya aku memahami sedalam apa kesedihanmu.
Memang, harapan adalah cahaya utama bagi kehidupan. Harapan mampu membuat kita bersemangat dan tersenyum. Orang yang memberimu harapan adalah orang yang mulia. Namun jika saat ini kau memperoleh jawaban yang menghukummu dengan hukuman yang memilukan dari orang yang kau harapkan, itu bukan berarti harapanmu telah hilang. Tetapi itu alamat bahwa akan lahir harapan baru.
Kau berharap bahwa kau dapat memilikinya. Tapi dia tidak berpikiran seperti halnya dirimu: dia tidak mengharapkanmu. Saat ini, keinginannya untuk memilikimu belum muncul. Jadi apa harapan barunya? Harapan barunya adalah kau akan memiliki seseorang yang lebih baik dari dirinya yang sekarang. Rasa cinta adalah sesuatu yang tidak dapat dipaksakan.
Aku tak tahu bagaimana kau akan menjawab jika aku bertanya: "Apakah karena kau mencintainya kau jadi begini? Lesu, tak bercahaya...."
Tidak, rasa cinta seharusnya dapat mendorongmu untuk menjadi lebih baik dari yang sekarang, bukan membuatmu seperti seorang pesakitan.
Aku juga pernah mengalami patah hati. Hal itu jugalah yang membuatku jadi murung dan tak bersemangat. Keadaan itu tidak berlangsung lama. Hanya beberapa hari saja. Masa-masa itu dapat kulalui dengan kesabaran, bukan dengan air mata. Karena menurutku, hal itu tidak perlu kubayar dengan air mata, suatu perbuatan sia-sia. Menurutku, tidak seharusnya aku mengeluarkan air mata untuk hal seperti ini. Patah hati hanyalah sebagian kecil dari bumbu kehidupan, tidak lebih.
Aku telah berbicara terlalu banyak. Menurutku, hal yang sebaiknya kau pikirkan sekarang adalah bagaimana kau dapat keluar dari keadaan ini. Ya, apa yang kau perlukan agar kemurunganmu tidak berlangsung lama dan berlarut-larut.
Sekarang, bagaimana kalau kita belajar matematika? (atau kimia aja yah???)"ini seratus persen asli hasil karya sohibku lembay



thanks for visiting my health blog. I hope to se you on my other blogs
Health Blog
Embracing Health
Concealed Mind
Brief Sentiments
hee..jgn patah hati ah sakit deh...he..he...sukses bagus artikelmya
@Tey:ok thanks for comment
@devianty:bagus gak mbak bahasanya? itu hasil karya temenku
ciee cieeeeee....
patah hati..saia paling nangis semalam ^kayak lagunya audi dunk^, bis itu besoknya pasti udah loncat2 lagi gk jelas :D
Sudahlah, yang berlalu biarlah berlalu....
Sekarang saatnya kembali ke masa sekarang ^_^
Never give up!!
Cheeerrsss....
patah hati lg...
lg lg ku patah hati...
wew patah hati nih.....
disambung lg pake lem
agak-agak lebai dikit!
patah hati bukanlah sebuah akhir, ada hal2 yang lebih indah menunggu dibelakangnya ..
keterpurukan karna ulah asamara tuh wajar dan manusiawi sekali. tetapi kamu emang benar, kepedihan itu tak harus dibiarkan mengerogoti badan dan pikiran kita.btw,ajari aku matematika*gubrak!*
Weleh...welwh..ada yang patah arang....
Eh salah...patah hati..... :(
Sedang patah hati juga kah?
bahasanya, mantabh!
Hhe*
makasih ya udah mau mampir ke blog saya..
;)
untuk yang path hati:
sabar ya!
;)
knp bos kok patah hati?gini aja deh, daripada patah hati mending ambil Award saya aja di http://ipanks.blogspot.com/2008/11/tag-award-dan-sandal-jepit.html semua yap, ntr saya tunggu laporannya.ok om?
Wah,keren banget nih postingannya.Tapi saya rada gak paham, apa hubungannya patah hati dengan matematika atau kimia?
wah...hebat dah kata2 nya...Indah dan sangat menyentuh...Nanti pengen buat juga ah...sekalian latihan..makasi atas kunjungannya..
Nasihat untuk yang lagi patah hati neh.
Salam kenal, bro.
Semoga yang lalu bisa menjadi ajaran bagiku..
(mengingatkanku pad kisahku)
Btw artikelnya bagus, terima kasih dan salam kenal..
Artikel yang sangat bagus bro. Salut.
Maaf saya baru bisa berkunjung, soalnya tadi lagi ngedit2 template error melulu he...he..
BTW templatenya berubah ya?
emmmm gimana kalo penutupnya di ganti
gmn kalo kita nge-blog saja
jgn terlalu mencintai sesorang 100%, harus disisain.... jd ga trll sakit nanti bro
waduh patah yah, aku punya lemnya kang mau gag nih...biar jadi gag patah......,maju terus pantang mundur...(****hayyah....gag nyambung****)
maaf mas fauzan, awak cuma baca judulnya.
karena awak ga' patah hati, jadi ga' awak baca smuanya
:)
huehueheuhe
hm......setuju buanget sama kata2 ini :...., rasa cinta seharusnya dapat mendorongmu untuk menjadi lebih baik dari yang sekarang, bukan membuatmu seperti seorang pesakitan. Yah begitulah cinta..hehe
Bersedih ketika patah hati itu sudah biasa, menangispun syah-sayah saja namanya juga patah hati. Tetapi jangan berlarut-larut percayalah waktu akan menyembuhkan segalanya. Dan kemungkinan harapan didepan lebih indah dan lebih bersinar. Thanks
Salam kenal juga.
Tukeran link ya mas. Setelah check out dr blog ini, link mas akan aku pasang, linkback ya? http://www.bibitku.co.cc pake www .thx
gi patah hati ya...
ga komen banyak deh..
cukup dengerin lagunya Sheila yang baru..Mudah Saja..
hehehehe..
belajar fisika or kimia??? capek dehhh, dah laama baanget tuh sma, dah 15 taaunnnn
mungkin dgn belajar matematik jadi bisa berhitung dulu dgn pasti biar gak patah hati lagi? hehehe.. :)
@all:waduh tanggapannya macem2 neh, temanku lembay (yang bikin pesan diatas)silahkan dibalas komen rekans ini
belajar kimia aja deh, dari pada sakit hate he..he..
gimanapun sebagai sahabat kita kita wajib membantu, menghiburnya disaat sedih dan menguatkannya disaat lemah